Cah Papua



   "cah papua" itu nama yang selalu terlontar dari mulut teman-temanku SD, panggilan mereka kepadaku atau mungkin ejekan. Waktu itu aku marah, jengkel bahkan sampai nangis gara-gara ejekan mereka itu, karena aku berpikir bahwa orang Papua itu orang Indonesia yang gak banget karena penampilan fisik mereka tidak seperti orang jawa maupun orang keturunan chines. Aku memang menyadari keadaanku saat itu, rambut keriting kecil-kecil alias keribo, kulit hitam (sering main siang-siang soalnya), cuma gara-gara itu se-SD panggil aku "cah papua" untung guruku gak ikutan. Memang aku anak blesteran tapi jawa ama chines loh, bukan seorang keturunan papua, setetespun darahku gak ada papuanya. Tapi karena secara fisik aku kayak orang papua kali ya waktu itu, beda sama teman-teman lain yang  warna kulitnya dari putih - sawo mentah dengan rambut keriting besar - lurus sapu ijuk. Hahahaha....

   Dulu aku sedih banget sampai-sampai aku membenci teman-teman yang always panggil aku "cah papua" tetapi sekarang jika ada yang bilang aku "cah papua" aku malahan bangga loh, karena sebenarnya anak Papua gak sejelek dipikiranku dulu (soalnya belum punya teman anak Papua). Yang bikin aku bangga karena anak Papua itu belajar banyak dari alam-Nya, langsung praktek hidup berinteraksi dengan alam jadi mereka sangat care sama alam mereka di sana, mungkin karena dari kecil hidup mereka bergantung dengan alam. Dan yang terpenting adalah keramahan dan kesederhaan mereka yang tersembunyi dibalik wajah sangar-sangar mereka. Dan aku pengen banget berkunjung ke Pulau Cendrawasih di ujung timur Indonesia itu. Hehehe, eh sekarang aku punya banyak teman anak Papua dan merasa fine jika dikira anak Papua (soalnya waktu kuliah ada yang tanya apa aku anak Papua? ).
I Love Papua