Lebih Dari Indah

detik lalu manis senyum menyeruak
saat ini berganti tetes air mengalir
tak mengerti apa yang melanda
cinta benci emosi berbaur satu
membentuk dimensi abadi dalam diri
menggrogoti setiap asa untuk yang lain
membunuh semua hasrat egoisme
takluk akan semua dektean-dektean
kalah dalam segala perasaan
bukan aku sebenarnya jiwa ini
bukan aku dengan keras hati lalu
bukan aku yang belum bermimpi akanmu
bukan aku yang dusta akan isi kalbu
terkorek luka kelam kehidupan
tanpa balasan hanya terkagum
pemilikmu lebih berarti dariku
yang baru tiba di dermaga ragamu
bersenang atas senyuman dan binar mata peluluhmu
berduka atas keterlambatan perkenalan tubuhmu