Batuk pada Bayi dan Mengatasinya

Batuk pada Bayi dan Mengatasinya! Batuk menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling ditakutkan oleh orang tua yang memiliki anak. Baik itu usia bayi maupun anak-anak dalam golongan usia balita. Kejadian keluhan batuk pada bayi cenderung bisa dikatakan sangat mengganggu. Bayi yang belum bisa berkomunikasi cenderung lebih mudah rewel ketika mulai terserang batuk. Batuk pada orang dewasa tidak menjadi masalah besar. Namun pada bayi akan membuat bayi menjadi lebih rewel sebab tidak memiliki cara untuk berkomunikasi dengan orang dewasa. Meskipun terkadang batuk banyak yang tidak terlalu menganggapnya serius, namun jika tidak segera diatasi lama-kelamaan akan menjadi parah.

batuk pada bayi
batuk pada bayi
Ada beberapa jenis batuk yang terjadi pada bayi. Jenis batuk pertama adalah batuk croup. Jenis batuk ini sebenarnya disebabkan oleh virus. Bayi yang menderita batuk seperti ini biasanya akan sangat tersiksa. Sebab bayi menjadi sulit sekali bernafas. Saluran pernafasannya membengkak.  Bayi yang kesulitan bernafas karena batuk croup biasanya disertai dengan keluarnya ingus dari hidung serta demam yang cukup tinggi. Demamnya ini merupakan hasil dari infeksi virus yang menjangkiti saluran pernafasan yang menyebabkan saluran pernafasan menjadi bengkak. Suara batuknya juga tidak biasa. Batuknya memiliki suara seperti suara gonggongan. Sehingga bagi orang tua yang memiliki bayi dengan keluhan batuk seperti ini harus segera waspada untuk terus meningkatkan daya tahan tubuh bayi agar bisa melawan virusnya sekaligus mengurangi bengkak dan sesak nafasnya.

Jenis batuk kedua yang juga sangat menyiksa bayi adalah batuk rejan. Jenis batuk seperti ini disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran pernafasan. Ketika bayi terserang jenis batuk rejan, maka bayi akan memiliki nafas yang seperti terengah-engah. Meskipun tidak melakukan aktivitas yang cukup berat, namun bayi akan terlihat seperti sangat kelelahan.  Biasanya bayi yang terserang jenis batuk seperti ini cenderung disertai dengan gejala flu dan juga demam yang ringan. Meskipun ringan jika tidak segera diatasi juga akan menyiksa bayi. Namun sebenarnya hanya perlu vaksinasi saja untuk mengatasi batuk seperti ini pada bayi.

Jenis batuk terakhir yang sangat menyiksa bayi adalah bronchiolitis. Jenis batuk seperti ini lebih disebabkan oleh cuaca yang sangat dingin. Suhu udara yang dingin tersebut sebenarnya sangat menyiksa. Jadi ketika bayi terkena bronchiolitis, maka bayi cenderung sulit bernafas. Selain menyebabkan saluran pernafasan bayi menjadi lebih kecil, namun juga menyebabkan adanya lendir pada saluran pernafasan bayi. Oleh karenanya, bayi menjadi sulit bernafas. Lendir harus dikeluarkan jika ingin cepat sembuh. Biasanya disertai juga dengan gejala flu dan pada akhirnya menyebabkan penumonia. Termasuk biasanya akan muncul juga ingus dari hidung dan gejala batuk seperti batuk croup.

Batuk biasanya disertai juga dengan keluhan yang lainnya seperti demam, kehilangan nafsu makan. Jika sudah mulai kehilangan nafsu makan, bisa jadi bayi menjadi lebih kurus. Berat badannya akan turun karena tidak mau makan. Jika sudah demikian seharusnya orang tua harus segera membawanya ke dokter untuk diberikan terapi medis untuk mengatasinya. Batuk juga biasanya tidak jauh dari keluhan sakit tenggorokan. Nafsu makan yang turun juga memiliki andil dari keluhan sakit tenggorokan yang menyerang bayi. Infeksi pada tenggorokan yang menyebabkan nafsu makan menurun sangat tidak diharapkan. Biasanya terapinya selain mengatasi batuk juga mengatasi infeksi radang pada tenggorokan. Demam yang menyertainya juga disebabkan oleh infeksi pada tenggorokan yang sangat menyakitkan dan juga menyiksa untuk bayi.

Batuk yang sering dianggap sepele ternyata bisa diatasi dengan mudah jika mengetahui triknya. Kunci pertama untuk mengatasi ketika batuk melanda adalah dengan menambahkan asupan cairan pada tubuh bayi. Asupan cairan ini yang lebih banyak dari biasanya  akan memudahkan bayi agar bisa batuk dan juga lebih mudah untuk bernafas. Cairan yang lebih banyak akan membuat ingus dari hidung lebih mudah keluar. Saat ingus keluar dari hidung, maka bayi tidak akan merasakan lagi sesak nafas. Bayi juga akan lebih nyaman jika cairan ingus tidak ada di dalam hidung bayi.

Cairan yang harus diberikan pada bayi bisa berupa asi, susu, air putih ataupun jus buah segar. Namun pemberian cairan selain asi hanya boleh dilakukan untuk bayi di atas 6 bulan. Apabila bayi mengkonsumsi susu formula sebagai tambahan,tambahkan susu tersebut sesering mungkin. Jangan lupa suhu untuk susu yang anda berikan juga harus dalam kondisi hangat supaya melancarkan pernafasan. Lendir dan juga batuk bayi menjadi lebih terasa ringan. Jika ingin memberikan susu, pilih saja susu dari friso. Sebab susu ini memiliki kandungan gizi lengkap yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Konsumsi susu friso secara rutin dan juga benar membantu pemulihan dan penyembuhan bayi dari keluhan batuk yang menggangu dan membuat bayi menjadi sangat rewel karena tidak nyaman.