Inilah Proses Pembuatan yang Mempengaruhi Harga Bata Merah!


Inilah Proses Pembuatan yang Mempengaruhi Harga Bata Merah! - Batu bata merah adalah salah satu bahan material bahan pembuat dinding. Batu bata biasanya terbuat dari tanah liat yang dibakar hingga berwarna kemerah-merahan. Seiring dengan perkembangan teknologi maka penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya material-material baru yang lebih efektif seperti gipsum,bambu yang telah diolah kini cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur memang lebih indah.



Yang tak kalah penting dalam menjaga mutu dari pembuatan dinding adalah spesi atau perekat antar bata. Campuran yang tepat akan membuat dinding awet dan bertahan terhadap resapan air dari tanah maupun air hujan. Semakin baik kualitas spesi yang digunakan untuk merekatkan batu bata maka semakin berkualitas pula dinding yang didapat. Harga bata merah berbeda-beda tergantung kualitas bahan yang dibuat serta media pembakarnya. Ada yang membakar dengan menggunakan sekam ada pula yang menggunakan kayu bakar.

Kualitas pembakaran dengan menggunakan kayu bakar memiliki grid yang lebih tinggi atau berkualitas baik. Batu bata bisa berfungsi sebagai gewel sehingga memiliki nilai yang lebih ekonomis daripada menggunakan kuda-kuda dari kayu. Dinding yang menggunakan bahan batu bata memiliki daya serap yang lebih baik terhadap panas sehingga terasa nyaman. Harganya yang relatif murah dan banyak persediaannya menjadi pilihan terbaik.

Tidak semua tanah liat bisa digunakan untuk pembuatan batu bata merah ini. Bahan baku batu bata adalah tanah liat atau tanah lempung yang sudah dibersihkan dari kerikil dan batu-batu lainnya. Tanah ini banyak ditemui di masyarakat. Itulah salah satu penyebab, batu bata mudah didapatkan. Adakalanya kamu melihat batu bata dengan warna dan tingkat kekerasan yang berbeda. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan bahan baku tanah yang digunakan serta perbedaan teknik pembakaran yang dilakukan sehingga mempengaruhi harga bata merah.

Batu bata merah umumnya memiliki ukuran panjang sekitar 17 hingga 23 cm, lebarnya 7 hingga 11 cm, sedangkan tebalnya 3 – 5 cm. Berat rata-rata 3 kg per biji tergantung merek, harga bata merah dan juga daerah asal pembuatannya. Bahan baku yang biasanya dibutuhkan untuk memasang dinding bata merah adalah semen dan pasir yang diayak. Untuk dinding kedap air dibutuhkan campuran 1 : 2 atau 1 : 3 artinya 1 takaran semen dapat dicampur  dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak. Untuk dinding yang tidak kedap air, dapat digunakan perbandingan 1 : 4 hingga 1 : 6.

Kelebihan dinding dengan bahan bata merah adalah kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok jika hujan. Kelebihan lainnya adalah keretakan relatif jarang terjadi, dindingnya tahan lama dan penggunanaan rangka beton menjadi lebih luas. Sedangkan kekurangan dinding yang menggunakan bata merah adalah pada saat pemasangan lebih lama jika dibandingkan batako dan bahan lainnya.

Proses produksi batu bata merah berawal dari tanah liat atau tanah lempung yang masih keras dicampur dengan abu sisa pembakaran bata dengan menggunakan perbandingan 1 : 3. Selanjutnya disiram dengan air secukupnya. Setelah lunak diaduk dengan cangkul lalu dimasukkan ke dalam mesin penggiling. Lempung yang telah lembut segera dicetak menggunakan mesin. Proses ini kemudian dapat mempengaruhi harga bata merah.

Setelah dicetak biarkan uap airnya kering selama sehari dalam oven pengering. Jika uap air mengering kemudian batu bata merah setengah jadi tersebut dibakar dengan suhu lebih dari 1000 ° C (1800 ° F) didalam oven pembakar selama kurang lebih 5 hari. Itulah beberapa proses pembuatan yang mempengaruhi harga bata merah. Diperlukan ketelitian saat memilih sesuai harga.