Review NieR – Automata: Lebih dari Yang Terlihat!

Review NieR – Automata: Lebih dari Yang Terlihat! Menyederhanakannya menjadi game yang “sekedar” memuat Android dengan pakaian sensual, ini mungkin kesan yang muncul setiap kali pembicaraan soal NieR: Automata mengemuka di dunia maya. Pembicaraan selalu berfokus pada sosok si tokoh protagonis utama YoRHa 2B yang memang memperlihatkan penampilan yang memanjakan mata, bahkan cukup untuk membuatnya jadi target utama untuk cosplay dan fanart yang bertebaran di dunia maya saat ini. Namun NieR bukanlah sekedar soal Android manis dan kehancuran dunia. Sang otak di baliknya Yoko Taro berhasil meramu salah satu pengalaman game action terbaik yang pernah kami cicipi, terutama dari caranya melihat sisi “manusiawi” manusia itu sendiri.



Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah mendapatkan gambaran yang lebih jelas soal apa itu NieR: Automata. Untuk sesi gameplay pendek yang kami jadikan sebagai basis dari artikel preview tersebut, daya tarik awalnya memang masih mengarah pada sisi gameplay yang ditangani oleh Platinum Games, sekaligus karakter dari 2B itu sendiri yang memang sulit diabaikan begitu saja. Namun  percaya atau tidak, artikel preview tersebut tak lebih dari sekedar menggores permukaan dari apa yang sebenarnya ditawarkan oleh NieR: Automata yang satu ini.

Semakin dalam Anda menggali, semakin kuat pula ia memperlihatkan daya tariknya yang lain. Sesuatu yang akan membuat Anda jatuh hati seiring dengan waktu permainan yang ada.Diberi nama dengan kombinasi huruf dan angka, YoRHA juga terbagi ke dalam beberapa kategori khusus dengan kemampuan yang berbeda. Di satu titik, 2B yang merupakan YoRHa yang didesain untuk bertarung dan 9S yang didesain untuk tugas Recon, ditugaskan untuk membantu sekelompok pejuang pertahanan yang dipimpin oleh seseorang Android bernama Anemone.

Namun persinggungan 2B dan 9S dengan para mesin yang harusnya mereka hancurkan ini menghasilkan sebuah interaksi yang tak pernah mereka prediksikan sebelumnya. Dari kelahiran sepasang kembar yang muncul dari mesin begitu saja, hingga fakta bahwa tak semua mesin ternyata berakhir menjadi mesin pembunuh.

Maka Android dan para mesin ini justru bertemu di satu titik yang sama usaha untuk mengenali sebuah sifat manusiawi yang tak pernah mereka bayangkan, mereka miliki sebelumnya. Semuanya diawasi oleh seorang Android misterius yang lain bernama “A2”.

Bagi Anda yang tak terlalu familiar, NieR: Automata bukanlah seri pertama untuk franchise yang satu ini. Ia sebenarnya berbagi benang merah dengan seri NieR sebelumnya, yang juga berhubungan dengan game racikan Square Enix yang lain – Drakengard. Berita baiknya? Jika Anda berakhir seperti kami, yang tak punya pengetahuan dasar apapun terkait dengannya, Anda akan tetap bisa menikmati NieR: Automata dengan optimal sebagai satu cerita yang utuh.

Sementara gamer yang familiar dan mengikuti seri NieR sebelumnya mungkin akan bisa mengeksplorasi lebih jauh sisi cerita yang ada lewat kehadiran karakter-karakter “lawas” dan informasi seputar tema Gestalt dan Replicant. Jadi, tak perlu khawatir soal itu jika anda sudah tahu daftar situs poker online.

baca juga: Panduan Lengkap Main Castle Clash untuk Pemula

NieR: Automata menceritakan soal sebuah skenario jauh di masa depan dimana manusia berhadapan dengan sebuah mimpi buruk kiamat serangan dari luar angkasa. Namun tak berperang sendiri, para alien ini menciptakan mesin-mesin pembunuh yang tugasnya hanya satu memusnahkan manusia sebagai sebuah ras. Tentu saja, manusia tak tinggal diam begitu saja. Mereka memutuskan untuk mengungsi ke bulan, bertempat di sana, sekaligus terus menyusun rencana besar untuk mengambil kembali bumi. Salah satunya? Dengan menciptakan sebuah pasukan Android khusus bernama YoRHa yang didesain untuk mengemban tugas suci tersebut. Untuk memudahkan proses logistik, sebuah stasiun luar angkasa bernama Bunker diletakkan di orbit bumi.