Cara Menguji Kekuatan Asam dan Basa


Cara Menguji Kekuatan Asam dan Basa  - Kalau kamu sedang belajar kimia di sekolah, pasti kamu pernah mendapat tugas untuk menguji kekuatan asam dan basa. Atau saat ini kamu sedang mendapat tugas itu? 



Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah asam dan basa memiliki kekuatan yang sama? Jawabnya berbeda, bergantung bagaimana senyawa tersebun diuraikan menjadi ion-ion di dalam air. Peristiwa terurainya suatu senyawa zat menjadi ion-ionnya di dalam air itu disebut dengan ionisasi. Zat asam atau basa yang terionisasi dengan sempurna, bisa disebut sebagai asam atau basa kuat. Sebaliknya, jika zat asam atau basa yang tidak terionisasi secara sempurna tau hanya terionosai sebagian disebut sebagai asam atau basa lemah.

Cara Menguji Kekuatan Asam dan Basa

Lalu bagaimana cara menguji kekuatan asam dan basa? Tulisan kali ini akan memberitahu kamu cara sederhana untuk menguji kekuatan asam dan basa. Yuk simak baik-baik!

1. Menggunakan Elektroda

Elektroda merupakan alat uji sederhana asam dan basa. Beberapa bahan yang perlu kamu kumpulkan adalah:

- 2 Elektroda berupa karbon dari baterai bekas

- 2 Baterai baru berukuran besar (Baterai radio)

- 1 Lampu LED kecil

- 3 potong kabel

- Selotip

- Gunting

Kalian hanya perlu merangkainya seperti rangkaian arus listrik yang sering didapati di buku-buku fisika. Cukup mudah, tapi kalian harus tetap hati-hati saat mengeluarkan elektroda dari tubuh baterai bekas. Laporan praktikum asam basa dapat diamati di internet.

Jika sudah terangkai, kalian cukup mengambil gelas yang kalian ini dengan larutan air apapun. Lalu celupkan elektroda ke dalam larutan tersebut dan mati nyala lampunya.

Jika nyala lampunya redup, berarti larutan air itu tergolong basa atau asam lemah. Sebaliknya, jika nyala lampunya terang, larutan tersebut masuk dalam golongan asam atau basa kuat.

2. Menggunakan Kertas Lakmus

Selain menggunakan elektroda, kamu juga dapat menguji kekuatan asam dan basa menggunakan kertas lakmus. Kertas lakmus merupakan kertas dari bahan kimia yang akan berubah warna ketika dicelupkan ke dalam cairan asam atau basa. Kertas lakmus ini ada dua warna, merah dan biru.

Cara mengujinya, celupkan dua kertas lakmus dengan warna berbeda pada satu cairan, jika kertas lakmus berwarna biru berubah menjadi merah dan warna merah tetap merah, menandakan kalau cairan tersebut bersifat asam. Jika dua kertas dicelupkan ke dalam cairan yang sama, lalu kertas merah berubah menjadi biru sedangkan kertas biru tetap berwarna biru, menandakan kalu cairan tersebut bersifat basa. Jika kedua kertas dicelupkan ke dalam cairan yang sama dan warna kertas keduanya tidak berubah, itu berarti cairan tersebut bersifat netral.

Selain cara-cara diatas, adakah cara lainya? Ya tentu ada, misalnya saja kita bisa menggunakan indikator asam basa dari bahan alami untuk mengukur pH asam atau basa secara tradisional. Nah itulah dua cara Menguji Kekuatan Asam dan Basa dengan mudah. Menurut kamu, lebih mudah yang mana?