Istana Changdeok, Vintage Arsitektur Berpadu Nuansa Alam


Istana Changdeok, Vintage Arsitektur Berpadu Nuansa Alam - Ingatkah Anda saat Jokowi berkunjung ke Korea Selatan? Melalui akun instagramnya Jokowi, disampaikan bahwa beliau mendapatkan penyambutan hangat di Istana Changdeok. Sebuah tempat yang merupakan warisan budaya Korea Selatan. Bahkan UNESCO pun menetapkan sebagai situs warisan dunia pada Desember 1997.Istana epic yang kaya akan filosofis ini berlokasi di Gunung Bukhansan Seoul, Korea Selatan.



Desain Arsitektur Istana Changdeok

Istana satu ini berbeda dengan istana kerajaan pada umumnya. Istana vintage ini memiliki penataan ruang yang bebas mementingkan harmonisasi alam. Meskidemikian, leluhur Joseon tidak mengubah topografi dan lingkungan yang alamiah.

Istana yang merupakan tempat kediaman kerajaan kedua Korea memiliki desain arsitektur yang vintage. Nah desain seperti apa, yuk kita intip

1.      Gerbang Donhwa

Layaknya bangunan lainnya, Istana kerajaan ini memiliki gerbang sebagai pintu masuk utama. Gerbang tersebut bernama Gerbang Donhwa yang artinyagerbang transformasi kebenaran. Pada gerbang ini terdapat 5 koridor masuk, namun 2 ujungnya terhadang oleh tembok.

2.      GerbangJinseon

Jika Donhwa merupakan pintu masuk utama istana, berbedadengan Jinseon yang merupakan pintu masuk bagian dalam. Gerbang yang memilikinama lain Jinseon mun ini bermakna gerbang kebajikan dan kemajuan. Uniknya gerbang Jinseon dikelilingi oleh tembok yang tidak simetris.

3.      Aula Injeong

Aula Injeong merupakan aula utama Istana Changdeok. Aula Injeong atau disebut juga Balai Injeongjeon ini disinyalir sebagai symbol Istana vintage arsitektur. Pasalnya balai yang berada di seberang jembatan batu tertua Seoul sering digunakan untuk upacara kenegaraan. Seperti  upacara pemahkotaan raja, sambutan delegasi luar negeri layaknya sambutan untuk Jokowi, dan sebagainya. Uniknya lantai bangunan ini bergaya barat dilengkapi dengan chandelier.

4.      Aula Senjeong dan Balai Huijeongdang

Aula senjeong difungsikan layaknya ruang pertemuan para manteri dengan raja untuk membahas mengenai suatu hal. Ruangan yang terletak di sebelah timur Injeong ini memiliki genting berwarna biru. Sementara itu huijeong dan gartinya balai pemerintahan yang tercerahkan juga berfungsi untuk ruang pertemuan. Kedua aula ini memiliki desain interior gayabarat, sedangkan exteriornya tetap mempertahankan gaya Korea.

5.      Balai Daejojeon

Balai Daejojeon merupakan ruang peristirahatan raja dan ratu dimana sisi timur untuk raja, dan sisi barat untuk ratu. DibelakangbangunanDaejojeonterdapatsebuahkebun bertingkat yang ditanami pinus. Pemandangan hijau makin sempurna kala kebun Istana Changdeo kini dihiasi dengan bebatuan yang unik.
Kunjungi https://www.hayatuntour.com/ untuk pilihan paket tour wisata Asia.

6.      Nakseonjae

Padatahun 1853, Nakseonjae merupakan kediaman dari Raja Heonjeong. Karena tidak ada keturunannya, rumah ini pun ditinggali oleh bangsawan lainnya. Desain dari Nakseonjae dirancang khusus dengan pilar dan atap tak berwarna. Rancangan dekorasinya juga nampak istimewa seperti anggur dan kelelawar.

7.      Huwon

Sebuah kerajaan tidak lengkap jika tidak ad ataman. Huwon merupakan taman belakang istana dengan nuansa kebun khas Korea,Huwon berada di lembah perbukitan diantara hutan lebat. Luas dari taman ini mencapai 434.877dan sering digunakan untuk tempat pesta dan berburu. Waktu yang tepat untuk menikmati nuansa taman Huwonini adalah musim gugur. Karena saat musim gugur, dedaunan akan luruh dan berganti dengan pucukdaun yang baru.

Layaknya Keraton Yogyakarta, Istana Changdeok juga membuka gerbang untuk umum. Namun saat mengunjunginya harus menggunakan jasa pemandu wisata. Istana yang menjadi tempat tinggal kerajaan kedua ini memiliki jam buka yang berbeda setiap musimnya. Jadi buat Anda yang ingin berkunjung kesini, sebaiknya mengetahui jam bukanya. Agar perjalanan wisata Anda ke istana epic ini tidak sia-sia, sebaiknya percayakan saja kepada biro travel berpengalaman.