Cara Memverval Ijazah di Info GTK untuk Anda

Cara Memverval Ijazah di Info GTK untuk Anda - Bagaimana cara menverval ijazah di Info GTK? Pertanyaan ini cukup banyak ditanyakan guru honorer yang ingin melakukan pendataan mandiri. Cek di artikel ini cara menverval ijazah di Info GTK. Selain cara menverval ijazah, Anda juga bisa mengecek apakah nama Anda masuk sebagai penerima BLT Guru Honorer sebesar Rp 1,8 juta.

Memverval Ijazah

Seluruh guru honorer yang telah terdaftar di Dapodik, untuk pendataan kali ini dilakukan melalui sistem informasi data Guru dan Tenaga Kependidikan ( Info GTK). Lalu bagaimana cara memverval ijazah di Info GTK? Pertanyaan ini cukup banyak ditanyakan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini cara memverval ijazah di GTK.

Kunjungi laman resmi verval GTK melalui https://ptk.datadik.kemdikbud.go.id. Login dengan menggunkana user dan password akun GTK yang telah terdaftar di Dapodik. Akun yang digunakan harus sudah terverifikasi sebelumnya agar tidak ada masalah saat proses verifikasi dan validasi Pilih menu biodata pada halaman awal pada beranda yang tersedia.

Klik "Buka Info GTK" dan tunggu hingga proses memuat halaman notifikasi verifikasi selesai ditemukan. Pilih "Click ini untuk Verval Ijazah S1/D4". Lakukan pengisian data perguruan tinggi lulusan S1 yang dimiki dengan memasukkan kata kunci universitas dan progran studi yang sesuai. 

Masukkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) pada kolom yang telah tersediah setelahnya pilih tombol "cek". Jika setelah memasukkan NIM data tidak ditemukan, Anda bisa melakukan ungggah dokumen secara manual. Setelah ijazah S1 sudah tampil secara benar lalu pilih tombol "Simpan". Maka proses verval ijazah GTK telah berhasil dilakuka.

Bagaimana Cara Memverval Ijazah di Info GTK untuk Anda?

Melalui link ini, para guru bisa mengakses rekening sekaligus mengetahui syarat apa saja yang belum dipenuhi untuk mendapatkan BLT guru honorer. Selain itu, dalam artikel ini juga termuat syarat dan cara mencairkan BSU Kemendikbud di bank penyalur. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah meluncurkan Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Pendidik dan Tenaga Pendidikan (PTK) non-PNS di Lingkungan Kemdikbud Tahun 2020 pada Selasa (17/11/2020). 

Besaran BSU Kemendikbud yakni Rp 1,8 juta (belum terpotong pajak) untuk masing-masing penerima. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, menyebut bantuan ini diberikan untuk membantu para ujung tombak pendidikan tersebut yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19.

Salah satu hal kenapa pemerintah melakukan bantuan subsidi upah adalah untuk membantu ujung tombak pendidikan kita di berbagai macam sekolah kita yang sudah berjasa untuk membantu pendidikan anak-anak kita. "Tapi, mungkin di situasi seperti pandemi ini ada berbagai macam gejolak, bukan saja di bidang pembelajaran tetap juga bidang ekonomi," ujar Nadiem Makarim, Selasa (17/11/2020), dikutip dari Setkab.go.id.

Baca Juga : http://upermatasari.mhs.uksw.edu/2020/11/kiat-memulai-bisnis-setelah-kuliah.html

Nadiem menjelaskan, BSU akan disalurkan secara bertahap sampai akhir November tahun ini. Terkait mekanisme pencairan, Kemendikbud telah membuat rekening-rekening baru di bank-bank untuk setiap PTK penerima BSU. Alasan bantuan tidak diberikan kepada penerima BSU dari Kemnaker dan Kartu Prakerja, yakni agar bantuan sosial yang diberikan pemerintah tersebut adil dan tidak tumpang-tindih.

"Tidak ada individu yang menerima bantuan berlimpah sehingga yang lain tidak mendapatkan. Ini merupakan suatu kriteria kami yang sangat sederhana sehingga semua bisa menerima dengan cepat dan efisien," kata Mendikbud. Anda juga dapat mengunjungi Verval ijazah sebagai referensi lain Anda untuk memverval ijazah.